Laksanakan Fogging sebagai Langkah Preventif Penyebaran DBD
Sungai Kakap, 13 Februari 2026. SMAN 1 Sungai Kakap melaksanakan kegiatan fogging di seluruh area lingkungan sekolah pada Jumat (13/2/2026) sebagai bentuk tindakan preventif dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini dilakukan setelah adanya beberapa siswa dan guru yang terkonfirmasi terpapar DBD dalam beberapa waktu terakhir.
Langkah tersebut diambil sebagai respons cepat pihak sekolah guna memutus rantai penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Proses fogging dilakukan secara menyeluruh, mencakup ruang kelas, ruang guru, laboratorium, perpustakaan dan ruangan lainnya.
Pihak sekolah bekerja sama dengan petugas kesehatan Puskesman Kecamatan Sungai Kakap untuk memastikan pelaksanaan fogging berjalan sesuai standar prosedur kesehatan. Kegiatan fogging dimulai setelah seluruh siswa/i sudah pulang sekolah, hal ini demi menjaga keamanan dan kenyamanan selama proses pengasapan berlangsung.



Kepala sekolah menyampaikan bahwa tindakan ini merupakan upaya preventif agar penyebaran DBD tidak semakin meluas di lingkungan pendidikan. Ia menegaskan bahwa kesehatan warga sekolah menjadi prioritas utama, sehingga langkah pencegahan harus dilakukan secara cepat dan terukur.
Selain fogging, pihak sekolah juga mengimbau seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Siswa dan guru diingatkan untuk rutin melaksanakan gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Imbauan tersebut juga mencakup kebiasaan menjaga kebersihan ruang kelas, tidak membuang sampah sembarangan, serta memastikan tidak ada genangan air di sekitar lingkungan sekolah. Wali kelas turut diberi tanggung jawab untuk memantau kebersihan kelas masing-masing secara berkala.
Beberapa orang tua siswa menyambut baik langkah cepat yang dilakukan pihak sekolah. Mereka menilai tindakan fogging dan penguatan edukasi kebersihan merupakan bentuk tanggung jawab institusi pendidikan dalam melindungi kesehatan peserta didik.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kondisi lingkungan sekolah menjadi lebih aman dan risiko penyebaran DBD dapat ditekan.
Melalui upaya bersama antara sekolah, siswa, guru, dan orang tua, diharapkan situasi dapat segera terkendali sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.













